Cobalah jangan bikin semua hal jadi lebih rumit. Konflik itu sendiri sudah rumit, kamu tidak perlu menambahkannya dengan emosi, kemaraha, atau sikap menyalahkan orang lain. Pikirkan dalam-dalam, apa sebenarnya akar masalahnya, dan masalah apa yang kamu taambahkan dengan kemarahanmu..?. Pisahkan aspek lain yang tidak termasuk dalam akar masalahmu dan fokuskan hanya pada aspek-aspek yang penting dalam masalah kamu.
Jangan bikin Keputusan yang Permanen
Jangan melindungi Posisimu
Membangun jarak atau bahkan mengembangkan sikap defensif terhadap orang lain, tentu akan membuat usaha penyelesaian konflik berjalan mundur. Dalam keadaan ini, kamu ada dalam posisi yang sangat siap untuk berkonflik. dan kamu juga siap buat melawan siapapun yang berseberangan dengan kamu. Ada banyak konflik muncul, yang kelihatannya sulit sekali buat diselesaka. Ini karena dua pihak yang berkonflik sama-sama keras kepala, coma berbicara dan melihat dari sudut pandang mereka sendiri daripada membicarakan apa yang benar-benar jadi kebutuhan mereka.
Pikirkan Apa yang Benar-benar Jadi Kebutuhan Kamu
Buatlah data tentang kebutuhan-kebutuhanmu, lalu perhatikan inti persoalan dan keberatanmu. Bukan hal yang mudah buat menyadari dan memahami apa yang jadi kebutuhan dan kekhawatiran kamu. Kadang dibutuhkan pengalaman utnuk memahami hal ini bahkan kita tidak paham apa sebenarnya jadi kebutuhan kita. Analisis dibutuhkan untuk menajabarkan apa yang jadi kebutuhan kita itu. Kamu perlu bersikap adil, baik sama diri kamu sendiri maupun terhadap orang lain. Karena itu, pengalaman dibutuhkan untuk bisa membedakan apa yang jadi kebutuhan orang lain dan apa jadi kebutuhanmu. Jangan ragu-ragu untuk minta bantuan ke orang lain yang lebih berpengalaman untuk melakukan untuk analisi kebutuahn ini